Mari kita bantu para penderita busung lapar
asSalamu 'alaikum waRohmatuLLahi waBarokaatuh,
BismiLLahiiRahmaanirRahiim,
"Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS: 42: 23).
Saudara-saudaraku,
Dari berbagai media, kita ketahui bersama bahwa sekali lagi bangsa ini harus menapaki lintasan sejarah yang mengusik hati nurani sekaligus mengerikan. Penyakit busung lapar atau marasmus kwashiorkor tiba-tiba muncul di sejumlah provinsi di Tanah Air. Fenomena gunung es yang melukiskan kekurangan protein kronis pada anak-anak ini juga muncul di daerah yang selama ini dikenal sebagai daerah lumbung beras, seperti Nusatenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatra Barat, dan Lampung.
Secara nasional, kasus busung lapar yang menyerang anak-anak usia di bawah lima tahun di Indonesia mencapai angka delapan persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah anak usia 0-4 tahun mencapai 20,87 juta pada 2005. Artinya, jumlah balita yang menderita busung lapar saat ini sekitar 1,67 juta jiwa. Ironisnya, kondisi ini terjadi ketika Indonesia digembar-gemborkan telah meninggalkan kemiskinan.
Beberapa pemberitaan lain yang mendukung fakta ini dapat dilihat pada situs:
(1) Kompas : Mengapa ada busung lapar di Lombok?
(2) Tempo Interaktif : Korban Meninggal Kasus Busung Lapar di NTB Menjadi 21 Balita
(3) Detik : Busung Lapar di NTB Akibat Terhambatnya Dana Kesejahteraan
(4) Republika : Busung Lapar Ancam Jakarta
(5) SCTV : Busung Lapar di Gudang Beras
Mudah-mudahan kita semua yang berada di Belanda yang masih sempat untuk selalu merasakan limpahan nikmat dan karunia ALLAH SWT mempunyai rasa kepedulian terhadap masalah ini. Amiin ya Robbal 'Alamiin.
ALLAH SWT telah berfirman:
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) (QS. 14:34).
Rasa kepedulian tersebut, salah satunya dapat diwujudkan dengan menyisihkan sebagian kecil dari uang saku kita untuk digunakan antara lain sebagai dana bantuan untuk para penderita busung lapar di tanah air. Terkait dalam hal ini, KZIS-ISNET Cabang Belanda mengajak saudara-saudara seiman sekalian untuk turut peduli dengan nasib para penderita busung lapar tersebut.
Daftar antrian para penderita busung lapar cukup panjang untuk kita abaikan, jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama untuk mendapatkan uluran tangan kita. Semoga Allah SWT. berkenan mengabulkan keinginan kita untuk menjadi jalan sampainya sebagian rejekiNya kepada saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan di tanah air. Amiin.
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. 5:2)
Jazakallahu khairan katsiran,
WasSalaamu 'alaikum waRahmatuLLaahi waBarokaatuh,
KZIS Perwakilan Belanda
BismiLLahiiRahmaanirRahiim,
"Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. (QS: 42: 23).
Saudara-saudaraku,
Dari berbagai media, kita ketahui bersama bahwa sekali lagi bangsa ini harus menapaki lintasan sejarah yang mengusik hati nurani sekaligus mengerikan. Penyakit busung lapar atau marasmus kwashiorkor tiba-tiba muncul di sejumlah provinsi di Tanah Air. Fenomena gunung es yang melukiskan kekurangan protein kronis pada anak-anak ini juga muncul di daerah yang selama ini dikenal sebagai daerah lumbung beras, seperti Nusatenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sumatra Barat, dan Lampung.
Secara nasional, kasus busung lapar yang menyerang anak-anak usia di bawah lima tahun di Indonesia mencapai angka delapan persen. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, jumlah anak usia 0-4 tahun mencapai 20,87 juta pada 2005. Artinya, jumlah balita yang menderita busung lapar saat ini sekitar 1,67 juta jiwa. Ironisnya, kondisi ini terjadi ketika Indonesia digembar-gemborkan telah meninggalkan kemiskinan.
Beberapa pemberitaan lain yang mendukung fakta ini dapat dilihat pada situs:
(1) Kompas : Mengapa ada busung lapar di Lombok?
(2) Tempo Interaktif : Korban Meninggal Kasus Busung Lapar di NTB Menjadi 21 Balita
(3) Detik : Busung Lapar di NTB Akibat Terhambatnya Dana Kesejahteraan
(4) Republika : Busung Lapar Ancam Jakarta
(5) SCTV : Busung Lapar di Gudang Beras
Mudah-mudahan kita semua yang berada di Belanda yang masih sempat untuk selalu merasakan limpahan nikmat dan karunia ALLAH SWT mempunyai rasa kepedulian terhadap masalah ini. Amiin ya Robbal 'Alamiin.
ALLAH SWT telah berfirman:
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dari segala apa yang kamu mohonkan kepadaNya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah kamu dapat menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) (QS. 14:34).
Rasa kepedulian tersebut, salah satunya dapat diwujudkan dengan menyisihkan sebagian kecil dari uang saku kita untuk digunakan antara lain sebagai dana bantuan untuk para penderita busung lapar di tanah air. Terkait dalam hal ini, KZIS-ISNET Cabang Belanda mengajak saudara-saudara seiman sekalian untuk turut peduli dengan nasib para penderita busung lapar tersebut.
Daftar antrian para penderita busung lapar cukup panjang untuk kita abaikan, jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama untuk mendapatkan uluran tangan kita. Semoga Allah SWT. berkenan mengabulkan keinginan kita untuk menjadi jalan sampainya sebagian rejekiNya kepada saudara-saudara kita yang benar-benar membutuhkan di tanah air. Amiin.
Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. 5:2)
Jazakallahu khairan katsiran,
WasSalaamu 'alaikum waRahmatuLLaahi waBarokaatuh,
KZIS Perwakilan Belanda


<< Home